teks berjalan

Selamat Datang di Blog Berbagi Bersama Sahabat

Kamis, 25 April 2013

SERAT WEDHATAMA & NASEHAT AYAH.

hmm.. kemaren ngubek-ngubek buku di lemari, ehh.. ketemu buku yang selama ini hilang, buku "hadiah" dari kakak, waktu baru2 kuliah di jogja ada kata-kata yang gak bisa aku lupakan sampai sekarang terniang-niang terus di telinga dan pikiran, ini kata2 nya:

"Kikisane mung sapala palayune ngendelken yayah wibi bangkit tur bangsaning luhur lah iya iya ingkang rama balik sira sarawungan bae durung mring atining tata krama nggonangon agama suci"

artinya:

"akhir dari suatu permsalahan yang hanya sepele, larinya tidak lain mengandalakan ayah bundanya, yang memang sanggup mengatasinya karena tergolong kaum bangsawan. sudah tentu sang ayah yang menyelesaikannya, namun bagaimana dengan ananda sendiri yang belum pernah meresapi arti inti tata krama. sebagai sarat kelengkapan yang selalu digunakan, dalam melaksanakan agama suci"

dan satu lagi:

"Socaning jiwangganira jir katara lamun pocapan pasthi lumur asor kudu unggul sumengah sosongaran yen mangkono kena ingaran katungkul karem ing reh kaprawiran nora iku kaki"

"cacat jiwa raganya memang terlihat sekali saat bertutur kata sedikitpuntidak mau kalah dan selalu ingin menang sendiri. senang membanggakan diri dan takabur, hingga hilang kewaspadaan. dia merasa senang sekali terhadap sesuatu hal yang berhubungan dengan keberanian, tanpa mempertimbangkan perbuatanya secara seksama. Hal semacam itu Nak, sesungguhnya tidak menyenagkan"


Sahabat blogger kata-kata yang aku tulis ini sama persis dengan nasehat ayahku dulu yang sempet terlupakan dari pikiranku, namun karena buku ini nasehat itu kembali terniang-niang.. maafkan aku Ayaah.. kangen kumis mu, hahahaa...
kalo' sahabat blogger mau tahu bukunya coba cari buku: SERAT WEDHATAMA Ki SABDACARKATAMA, di buku itu banyak nasehat-nasehat wedhatama ringkasan langsung dari naskah aslinya.. lengkap dengan bahasa jawa kononya/kiwinya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar